Sabtu, 24 April 2021

TUGAS MANDIRI 03 PENGANTAR MANAJEMEN KAMPUS MILENIAL ITBI

 

Nama            : Junita Simanjuntak

Kelas             : Pagi

Prodi             : Akuntansi

 

1.     Perbedaan budaya

Perbedaan personal

a)    Tahap perkembangan moral

Preconentional: perhatian thd diri sendiri

Conventional : perhatian thd hk dan aturan masy

Principled: ketaatan pribadi thd moral internal

b)   Nilai-nilai individual

c)    Relativisme

 

2.    Advertising. Promotion

Financial disclosure

Ordering and purchasing

Pengiriman dan permohonan

Perundingan dan negosiasi

 

 

3.    Contoh nya saat  seorang teman mengajak kita keluar ,kita berhak menyatakan ya atau tidak.

Contoh lain seperti ibu menyuruh kita untuk memilih lauk untuk hari ini.

 

4.    Contoh pengambilan keputusan terprogram dan tidak terprogram yaitu keputusan terprogram contohnya keputusan yang direncanakan misalnya jika keputusan terhadap menetapan harga produk. Dan cotoh keputusan tidak terprogram misalnya keputusan menyangkut masalah baru yang belum pernah dialami oleh perusahaan sebelumnya.

 

5.    Masalah yang terstruktur dan keputusan terprogram secara pribadi yakni sebagai berikut :

Masalah Terstruktur atau terprogram

adalah masalah yang rutin yang sering terjadi berulang-ulang. Biasanya sudah ada prosedur standar untuk menyelasaikan masalah terstruktur.

Contoh nya:Operasi  rutin razia masker  yang lagi genjar dilakukan selama masa pandemi covid 19  yang membuat para pengendara roda empat ataupun roda 2 dan seluruh masyarakat indonesia memakai masker untuk mengurangi korban dari dampak covid 19.jika terdapat pengendara tidak memakai masker akan di beri sanksi seperti menyapu jalan,push up dll.

Keputusan Terprogram

Keputusan yang terprogram dianggap suatu Keputusan yang dijaIankan secara rutin saja, tanpa ada persoalan-persoalan yang bersifat krusial. Karena setiap pengambilan keputusan yang dilakukan hanya berusaha membuat pekerjaan yang terkerjakan berlangsung secara baik dan stabil.

Contoh Keputusan yang terprogram adalah pekerjaan yang dilaksanakan dengan rancangan SOP (Standard Operating Procedure) yang sudah dibuat sedemikian rupa. Sehingga dalam pekerjaan di Iapangan para bawahan sudah dapat mengerjakannya secara baik apalagi jika disertai dengan buku panduan operasionalnya, adapun yang menjadi persoalan jika para bawahan belum mengerti secara benar, misalnya ada beberapa bagian yang tidak terjelaskan pada buku panduan. Dan biasanya apa yang tidak terjelaskan pada buku panduan tersebut maka di waktu yang akan datang akan dilakukan revisi atau semacam penyempurnaan konsep.

 

 

 

 

UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR MANAJEMEN KAMPUS MILENIAL ITBI

 

Nama              : Junita Simanjuntak

Kelas               : Pagi

Prodi               : Akuntansi

 

 

1.    Berikut ini adalah 6 unsur manajemen yang diperlukan yaitu sebagai berikut :

1)   Manusia (Man)

Unsur manajemen yang pertama dan paling utama adalah man atau manusia. Lebih spesifik lagi, man merujuk pada sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Adanya sumber daya manusia sangat penting untuk melakukan proses manajemen, mulai dari perencanaan hingga proses produksi yang dilaksanakan.

Unsur ini juga meliputi pekerja yang dimiliki. Tanpa adanya unsur manusia, tentu manajemen tidak bisa dilakukan. Nantinya tiap-tiap individu juga memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing, sesuai dengan struktur dan keahlian masing-masing. Karena itulah unsur ini menjadi unsur yang paling vital dalam manajemen.

 

2)   Uang (Money)

Selanjutnya ada unsur uang atau money. Dalam manajemen, uang sangat penting agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Untuk menjalankan aktivitas perusahaan atau industri, uang dibutuhkan sebagai modal untuk membeli bahan baku, membeli alat dan mesin, menggaji karyawan, menyewa lahan, dan lain sebagainya.

Kegiatan atau ketidaklancaran proses manajemen tentu akan sangat dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan perusahaan yang baik. Pengelolaan uang dan kas perusahaan haruslah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Untuk itulah unsur uang ini juga sangat penting dan haruslah diperhatikan.

 

3)   Bahan (Materials)

Bahan atau materials juga termasuk unsur manajemen. Unsur ini sangat dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan. Bahan tersebut nantinya akan diolah hingga menghasilkan produk tertentu. Tanpa adanya bahan baku, tentu aktivitas perusahaan tidak bisa berjalan karena tidak ada produk yang bisa dihasilkan.

Unsur ini sangat berkaitan dengan unsur manusia. Dalam proses produksi, sumber daya manusia (SDM) akan mengolah dan menjadikan bahan baku atau sumber daya alam (SDA) menjadi produk jadi atau setengah jadi yang akan dijual. Karena itulah, unsur bahan atau material ini juga dianggap sebagai sarana manajemen untuk mencapai tujuan. 

 

4)   Mesin (Machines)

Dalam proses manajemen, mesin atau machines juga penting dan berfungsi untuk memudahkan pelaksanaan aktivitas perusahaan. Dengan adanya alat dan mesin, maka waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi dan pengolahan bahan baku akan semakin cepat dan efisien, serta menekan biaya agar minim.

 

Dengan perkembangan teknologi yang maju dan modern saat ini, tentu mesin sudah menjadi kebutuhan wajib bagi tiap perusahaan untuk melakukan proses produksi. Selain itu, produksi dengan bantuan alat dan mesin tentu akan meminimalisir kesalahan yang biasa dilakukan manusia (human error).

 

5)   Metode (Methods)

Unsur manajemen selanjutnya adalah metode atau methods. Yang dimaksud metode adalah tata cara atau langkah-langkah yang dilakukan dalam aktivitas perusahaan. Umumnya metode yang disepakati dan digunakan dikenal sebagai standard operational procedure (SOP) yang harus dipatuhi oleh pekerja.

Adanya metode sangat penting sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dan benar serta runtut dari awal sampai akhir, yang diterapkan pada tiap-tiap divisi atau bagian dalam perusahaan. Pemilihan metode yang tepat dan benar tentu akan membuat proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

 

6)   Pasar (Market)

Unsur manajemen yang terakhir adalah pasar atau market. Pasar menjadi unsur yang sifatnya sangat strategis, karena penguasaan pasar akan menjadi faktor yang menentukan keberhasilan perusahaan. Yang dimaksud pasar adalah sektor konsumen yang ditargetkan atau dituju dengan harapan konsumen membeli produk yang dihasilkan perusahaan.

Untuk menguasai dan mendominasi pasar, tentu ada langkah-langkah yang harus dilakukan, mulai dari menentukan segmentasi konsumen yang dituju, menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar, melakukan iklan dan promosi yang gencar dengan strategi yang tepat, dan lain sebagainya.

 

2.    Sifat umum yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai kesuksesan dalam kepemimpinan dalam organisasi adalah:

1)   Memiliki sebuah bentuk kondisi badan yang dimana akan sesuai dengan tugas yang diberikan. Hal ini dikarenakan tugas kepemimpinan akan melakukan penuntutan dari sifat kesehatan yang tertentu pula.

2)   Memiliki pengetahuan yang luas. Berpengetahuan luas tidak akan selalu memiliki sebuah pendidikan yang tinggi. Ada pula orang orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi tapi memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik daripada orang yang berpendidikan tinggi.

3)   Memiliki sebuah keyakinan terhadap organisasi akan dapat berhasil dalam mencapai sebuah tujuan yang dimana akan ditentukan dan juga bakat dari kepemimpinan yang ada. Seperti percaya diri yang dimana menjadi modal yang sangatlah penting.

4)   Memiliki sebuah tingkat stamina dan juga semangat bekerja tuntas yang besar.

5)   Memiliki kemampuan yang terbilang cepat dalam melakukan pengambilan keputusan.

6)   Memiliki sifat yang objektif dalam seluruh emosi yang ada.

 

3.    Berikut dibawah  ini ada 14 tipe / gaya kepemimpan yakni sebagai berikut :

 

1)   Tipe Kepemimpinan Otokratis

 

Kepemimpinan otokratis adalah gaya kepemimpinan yang berpusat pada satu orang, yaitu bos. Dalam tipe kepemimpinan ini, pemimpin memegang semua kewenangan dan tanggung jawab atas perusahaan dan bawahannya. Sebagai pemimpin otokratis biasanya selalu mengambil keputusan sendiri tanpa berkonsultasi denngan bawahannya. Pemimpin jenis ini juga memiliki ambisi kuat dan ketika berkomunikasi dengan bawahannya selalu mengharapkan pelaksanaan yang cepat dan tanggap.

Jarang ada / tidak ada sama sekali fleksibilitas, karena dalam jenis kepemimpinan ini semua kebijakan berasal dari seorang pemimpin otokratis. Saat ini kedengarannya sulit untuk mengharapkan situasi yang mendukung kepemimpinan otokratis, namun Donald Trump (Trump Organization) dan Albert J Dunlap (Sunbeam Corporation) adalah beberapa contoh pemimpin dan perusahaan yang menjalankan jenis kepemimpinan ini.

 

2)   Kepemimpinan Demokratis

 

Sangat berbeda dengan kepemimpinan otokratis, kepemimpinan demokratis lebih melibatkan kontribusi bawahan untuk setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin.  Tanggung jawab akhir tetap dipegang oleh pemimpin demokratis, hanya saja dalam prosesnya pemimpin banyak mendelegasikan wewenangnya kepada bawahan untuk menyelesaikan beberapa proyek kerja.

Untuk menjalankan kepemimpinan ini dibutuhkan keberanian, kejujuran, kreativitas, keadilan, kecerdasan dan kompetensi. Satu hal lagi, tipe kepemimpinan demokratis menawarkan komunikasi aktif antara atasan dan bawahan. Inilah yang membuat gaya kepemimpinan ini paling banyak disukai, setidaknya menurut berbagai data statistik.

 

3)   Gaya Kepemimpinan Strategis

 

Kepemimpinan strategis adalah salah satu yang menjadikan seorang pemimpin layaknya sebuah kepala organisasi. Biasanya pemimpin strategis tidak hanya berasal dari orang-orang level atas suatu perusahaan. Pemimpin ini biasanya dipilih untuk tujuan yang lebih luas agar bisa menciptakan kinerja yang baik untuk perusahaan.

Fungsi pemimpin strategis adalah mengisi kesenjangan antara kebutuhan baru dan kebutuhanpraktis dalam suatu perusahaan.  Kepemimpinan strategis biasanya sangat diharapkan dan efektif dilakukan pada masa perubahan suatu perusahaan karena hampir 55% dari gaya kepemimpinan ini melibatkan pemikiran yang strategis.

 

4)   Gaya Kepemimpinan Transformasional

 

Sangat berbeda dengan tipe-tipe kepemimpinan yang lainnya. Gaya kepemimpinan transformasional selalu berkaitan dengan memulai perubahan baik dalam diri sendiri, orang lain, kelompok maupun organisasi. Pemimpin transformasional selalu bisa memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang melebihi apa yang sebelumnya mereka harapkan.

Pemimpin transformasional selalu menetapkan hal yang menantang dan harapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan gaya kepemimpinan yang lainnya. Oleh karena itu kepemimpinan ini selalu memiliki pengikut yang berkomitmen dan merasa puas karena pemimpinnya sangat memberdayakan pengikut yang memiliki visi-misi yang sama.

 

5)   Kepemimpinan Tim

 

Kepemimpinan tim dibentuk dengan landasan yang sama dengan membentuk tim kesebelasan / tim sukses. Semua yang ada pada jenis kepemimpinan ini selalu melibatkan gambaran yang jelas mengenai masa depan, dimana ia sedang menuju dan untuk apa dia melakukan sesuatu. Semua ini berkat visi yang ditanamkan untuk memberikan rasa yang kuat mengenai tujuan yang akan dicapai dan arah menuju tujuan tersebut.

Kepemimpinan ini selalu menekankan bekerja dengan hati dan pikiran semua orang yang terlibat. Hal yang menantang dari kepemimpinan tim adalah tidak selamanya akan membuahkan hasil yang bagus, kepemimpinan ini bisa gagal karena kualitas pemimpin yang buruk namun bisa juga berhasil apabila kondisinya sebaliknya.

 

6)   Kepemimpinan Lintas Budaya

 

Keberagaman kebudayaan telah memberikan kontribusi hadirnya tipe kepemimpinan ini. Jenis kepemimpinan yang ada karena terdapat berbagai budaya di masyarakat. Pemimpin jenis ini juga selalu berfikir lebih maju dan mengenali pasar global kontemporer.

Saat ini dibutuhkan pemimpin yang secara efektif mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka dengan lingkungan yang berbeda, terlebih untuk perusahaan internasional.

 

7)   Kepemimpinan fasilitatif

 

Salah satu gaya kepemimpinan yang selalu bergantung pada pengukuran dan hasil. Pemimpin fasilitatif selalu memperhatikan efektivitas kelompok dengan efektivitas prosesnya. Jika suatu kelompok memliki efektivitas yang tinggi maka pemimpin tidak banyak campur tangan, sedangkan jika kelompok tidak efektif maka pemimpin akan member petunjuk dan membantu kelompok tersebut menjalankan prosesnya.

Kepemimpian fasilitatif melibatkan pemantauan terhadap dinamika kelompok / bawahannya. Pemimpin kemudian menawarkan saran proses pelaksanaan dan melakukan intervensi untuk membentu kelompok yang berjalan tidak sesuai dengan jalurnya.

 

8)   Tipe Kepemimpinan Laissez-faire

 

Gaya kepemimpinan laissez-faire selalu memberikan kewenangan kepada karyawan. Pemimpin Laissez-faire memberikan sikap permisif yang mengizinkan karyawan memilih cara kerja sesuai dengan apa yang mereka kehendaki agar merasa nyaman dan menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Pemimpin disini tidak banyak melakukan intervensi karena intervensi bisa sangat menggangu karyawan yang telah dewasa untuk menjalankan tugasnya.

Menurut berbagai penelitian, kepemimpinan laissez-faire adalah gaya manajemen yang paling efektif dan memuaskan. Banyak perusahaan yang mencapai tujuannya secara konsisten menggunakan kepemimpinan ini.

 

9)   Kepemimpinan Transaksional

 

Jenis kepemimpinan yang mempertahankan dan melanjutkan status quo. Kepemimpinan ini juga melibatkan proses pertukaran layaknya jual-beli. Pengikut akan mendapatkan imbalan dengan segera setelah berhasil melaksanakan perintah pemimpinnya.

Pada dasarnya gaya kepemimpinan ini memiliki fokus pada harapan dan pemimpin diharapkan mampu memberikan keterampilan umpan balik dalam proses pelaksanaan perusahaan. Mengutip Boundless.com, kepemimpinan transaksional meliputi:

 

a)    Menjelaskan apa yang diharapkan dari kinerja karyawan

b)   Menjelaskan bagaimana karyawan bisa memenuhi harapan tersebut

c)    Memberikan imbalan terhadap keberhasilan karyawan mencapai tujuan perusahaan

 

10)                Kepemimpinan Pembinaan

 

Tipe pemimpin pada jenis ini selalu berusaha memberikan pengajaran dan mengawasi bawahannya. Pemimpin selalu mengatur hasil yang akan dicapai dan apa saja yang memerlukan perbaikan. Pada intinya pemimpin senantiasa memberikan pembinaan dengan meningkatkan keterampilan mereka, kemudia pemimpin memberikan motivasi yang mendorong motivasi bawahannya untuk mencapai tujuan perusahaan.

 

11)                Kepemimpinan Karismatik

 

Karisma tidak hanya perubahan perilaku saja, ini merupakan perubahan transformasi nilai-nilai dan kayakinan bawahannya terhadap pemimpinnya. Pemimpin karismatik adalah seseorang yang mampu memanifetasikan kekuatan revolusionernya. Inilah yang membedakan pemimpin karismatik dengan pemimpin populis, ia mampu mempengaruhi sikap terhadap objek tertentu.

 

12)                Gaya Kepemimpinan Visioner

 

Tipe kepemimpinan yang melibatkan seseorang yang mengetaui bahwa metode, langkah-langkah dan proses kepemimpinannya diperoleh dengan dan melalui orang lain. Pemimpin yang sukses selalu memiliki aspek visi dalam dirinya dan selalu mengubah visi tersebut menjadi sesuatu yang nyata.

Perlu diingat bahwa beberapa orang yang sangat visioner cenderung memamerkan kepemimpinan visioner dan banyak orang tidak nyaman dengan hal itu.

 

13)                Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

 

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

 

14)                Tipe Kepemimpinan Populistis

 

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

 

4.    SDM  mengatur  program  kepegawaian  yang  menyakut  masalah masalah sebagai berikut:

1)   Menetapkan  jumlah  ,  kualitas  dan  penempatan  tenaga  kerja  yang  efektif  sesuai dengan  kebutuhan  perusahaan  berdasarkan  job  discription,  job  specification,  job requirement, dan job evaluation.

2)   Menetapkan  penarikan,  seleksi,  dan  penempatan karyawan  berdasarkan  asas  the right man in the right place  and the right man in the right job bahkan untuk akhir-akhir ini in the right man in the right time.

3)   Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi, dan pemberhentian.

4)   Meramalkan  penawaran  dan permintaan  sumberdaya  manusia  pada  masa  yang akan datang

5)   Memperkirakan   keadaan   perekonomian   pada   umumnya   dan   perkembangan perusahaan pada khususnya

6)   Memonitor   dengan   cermat   undang-undang   perburuhan   dan   kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan-perusahaan yang sejenis.

7)   Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.

8)   Melaksanakan pendidikan , latihan, danpenilaian prestasi karyawan.

9)   Mengatur mutasi karyawan baik vertikal maupun horizontal.

10)                Mengatur pensiun, pemberhetian dan pesangonnya.

 

5.    Bidang kegiatan yang memerlukan keahlian Manajemen Operasional yakni sebagai berikut :

Manajer Pabrik (Plant Manager) :manajemen pabrik termasuk keahlian di bidang perencanaan    produksi,    manajemen    pembelian,    manajemen    persediaan,    termasuk pengelolaankaryawan di bagian operasional maupun pengelolalaan sumber daya lainnya yang dipergunakan di pabrik.

 

Direktur  Pembelian (Director  of   Purchashing): mengenai  fungsi  pembelian, kemampuan  menelaah  program  penjualan,  mengintegrasikan  atau  membuat  keterkaitan dari supplier sampai distributor, mengkoordinasi aktifitas operasi.

 

Manajer   Mutu (Quality   Manager) :mengenai   konsep   statistic   untuk   dapat melakukan  pengawasan  semua  aspek  operasional  karena  kualitas  merupakan  tanggung jawab  secara  bersama  diantarasemua  pihak  yang  terlibat  dalam  perusahaan  terutama fungsi operasional.

Konsultan Perbaikan Proses (Process Improvement Consultants) : berkaitan dengan desain proses sehingga dapat memberikan berbagai konsultasi mengenai perbaikan proses untuk operasiperusahaan

 

Manajer  dan  Perencana  Rantai  Pasokan  (Supply  Chain  Manager  and  Planner) bertanggung jawab mengenai negosiasi kontrak jangka panjang antara perusahaan dengan supplier   maupun   distributor   sehingga   harus   mempunyai   keahlian   tentang Material Requirement   Planning,   Supply   Chain  Management,   Teknologi   komunikasi  canggih dalam dunia bisnis, konsep penjadwalan dan persediaan.

 

6.    Tingkatan Manajemen pada suatu organisasi dikelompokkan pada 3 tingkatan manajemen yang berbeda yaitu manajemen lini pertama, manajemen tingkat menengah, dan manajemen puncak.

1)   Manajemen Lini Pertama (first-line management)

 

Tingkatan manajemen lini pertama adalah tingkatan manajemen paling bawah pada sebuah organisasi.Manajemen lini pertama memiliki tugas untuk memimpin dan mengkontrol pekerja non manajerial pada sebuah perusahaan atau organisasi. Tingkatan pada manajemen ini tidak membawahi tingkatan manajemen yang lainnya.

 

Beberapa contoh tingkatan manajemen lini pertama adalah penyelia (supervisor) atau pengawas, manajer lokasi, manajer perkantoran, manajer departemen, manajer shift, atau mandor.

Manajemen ini disebut juga manajemen operasional yang terlibat secara langsung pada proses produksi dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai rencana yang telah ditentukan oleh tingkatan manajemen yang lebih tinggi.Perlu diketahui tingkatan manajemen awal ini dipilih oleh manajemen level menengah. Diantara keahlian yang utama dibutuhkan adalah keahlian komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu dan teknikal.

Manajemen tingkat awal memiliki berbagai kegiatan yang harus dilakukan seperti :

a)    Memerlukan ketrampilan teknis (keahlian yang mencakup prosedur teknis, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus) dan kemampuan komunikasi yang baik.

b)   Menyusun perencanaan jangka pendek (harian, mingguan dan bulanan).

c)    Mengarahkan sejumlah karyawan yang berada di bawah komandonya.

d)   Memberikan informasi terkait keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan dan memberikan informasi terkait kinerja, hambatan, kesulitan dan tuntutan dari para karyawan kepada manajemen yang lebih tinggi.

e)    Menjaga hubungan baik antara manajemen tingkat menengah dan para karyawan.

f)    Bertanggung jawab dan memberikan laporan secara langsung kepada manajemen level menengah.

 

2)   Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)

 

Tingkatan pada manajemen level menengah  merupakan manajemen yang antara manajemen lini pertama dan manajemen puncak. Tingkatan manajemen ini memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak.

Manajemen tingkat menengah mempunyai tanggung jawab pula terhadap segala kegiatan yang dilaksanakan oleh tingkatan manajemen di bawahnya bahkan terhadap beberapa karyawan operasional. Contoh tingkatan manajemen tingkat menengah seperti kepala departemen (manajer pemasaran, manajer keuangan, dll) atau HOD, kepala bagian, pemimpin proyek, manajer cabang (cabang perusahaan atau unit lokal), manajer pabrik, Junior Executive (asisten manajer pembelian, asisten manajer pemasaran, dll) dan manajer divisi. Manajemen level menengah ini ditunjuk oleh manajemen puncak. Kemampuan yang dibutuhkan di antaranya adalah keahlian konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu dan juga teknikal.

Peran manajemen tingkat menengah pada suatu organisasi adalah sebagai berikut :

 

a)    Memerlukan ketrampilan manajerial serta kemampuan teknis.

b)   Menjadi perantara antara manajemen puncak dan manajemen lini pertama.

c)    Merencanakan rencana jangka menengah antara 1 – 5 tahun.

d)   Berkoordinasi dengan departemen yang ada atas semua kegiatan yang dilakukan.

e)    Menjalankan perintah, kebijakan, dan rencana yang ditetapkan oleh manajemen puncak.

f)    Bertanggung jawab secara langsung kepada manajemen puncak seperti Dewan Direksi dan CEO perusahaan.

g)    Memberi saran atau rekomendasi kepada manajemen puncak sesuai dengan kondisi yang ada.

 

3)   Manajemen Puncak (Top Management)

 

Manajemen puncak mempunyai tanggung jawab pada semua manajemen organisasi. Tingkatan manajemen puncak memiliki tugas membuat rencana aktivitas dan strategi perusahaan secara global dan mengarahkan jalannya perusahaan. Beberapa contoh tingkatan manajemen puncak seperti dewan direksi, CEO (Chief Executive Officer), CIO (Shief Informatioan Officer), CFO (Chief Financial Officer), General Manajer atau dikenal dengan Presiden Direksi (Presdir). Direksi adalah wakil para pemilik perusahaan atau pemilik saham. Mereka ditetapkan oleh para pemegang saham perusahaan dan CEO ditunjuk oleh dewan direksi perusahaan. Untuk manajemen tingkat ini, keahlian utama yang diperlukan adalah keahlian dalam hal konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen global, dan manajemen waktu.

Peran yang paling utama pada manajemen puncak adalah :

1)   Dibutuhkan kemampuan konseptual dibandingkan kemampuan teknis.

2)   Mampu memobilisasi sumberdaya yang dimiliki perusahaan.

3)   Bertanggung Jawab penuh terhadap keberjalanan perusahaan kepada dewan direksi, pemerintah dan masyarakat umum.

4)   Menentukan perencanaan, tujuan dan kebijakan perusahaan atau organisasi.

5)   Mempersiapkan rencana jangka panjang perusahaan.

6)   Manajemen puncak bekerja melalui pemikiran, perencanaan kemudian memutuskan sehingga disebut juga dengan otak organisasi atau Administrator.

 

7.    Pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara :

1)   Meneliti situasi

Tahap pertama adalah meneliti atau mendefenisikan problem. apabila manajer telah mengenali problem yang sesuangguhnya, manajer dapat meneliti lebih lanjut untuk memperoleh pemahaman yang lebih solidmengenai problem tersebut.

 

2)   Mengembangkan alternatif Pemecahan

Setelah problem teridentifikasi, manajer dapat mengembangkan alternatif - alternatif pemecahan yang praktis dan kreatif serta mempertimbangkan segala keterbatasan dalam setiap alternatif.

 

3)   Mengevaluasi alternatif dan memilih alternatif yang terbaik

Dari alternatif - alternatif yang telah diperoleh, manajer harus mampu mengevaluasi sejauh mana alternatif yang ada mampu memberikan kontribusi yang paling baik terhadap perusahaan dan memiliki resiko yang paling rendah.

 

8.    Menurut W.H. Newman pengambilan keputusan ini menyangkut 4 (empat) langkah/tahap pokok :

 

1)   Menentukan diagnosa dari masalah yang sebenarnya (Diagnose the problem properly);

2)   Pikirkan satu atau lebih pemecahan yang baik (conceive of one or more good solution);

3)   Proyeksikan dan bandingkan konsekwensi daripada alternatif itu(Project and compare the consequences of such alternative);

4)   Berilah penilaian perbedaan dari sejumlah konsekwensi itu dan pilihlah langkah tindakannya (Evaluate these different sets of consequences and select a course of action).

 

9.    George R. Terry,1958 dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 10) membagi empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan). Keempat fungsi manajemen ini disingkat dengan POAC.

 

1)   Planning (Perencanaan)

George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 10) mengemukakan tentang Planning sebagai berikut, yaitu “Planning is the selecting and relating of facts and the making and using of assumptions regarding the future in the visualization and formulation to proposed of proposed activation believed necesarry to accieve desired result”.

“….Perencanaan adalah pemilih fakta dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan atau asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.”

 

2)   Organizing (Pengorganisasian)

Pengorganisasian tidak dapat diwujudkan tanpa ada hubungan dengan yang lain dan tanpa menetapkan tugas-tugas tertentu untuk masing-masing unit. George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 38) mengemukakan tentang organizing sebagai berikut, yaitu “Organizing is the determining, grouping and arranging of the various activities needed necessary forthe attainment of the objectives, the assigning of the people to thesen activities, the providing of suitable physical factors of enviroment and the indicating of the relative authority delegated to each respectives activity.

 

“…Pengorganisasian ialah penentuan, pengelompokkan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang dipeelukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (pegawai), terhadap kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor physik yang cocok bagi keperluan kerja dan penunjukkan hubungan wewenang, yang dilimpahkan terhadap setiap orang dalam hubungannya dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan.

 

3)   Actuating (Pelaksanaan /Penggerakan)

Menurut George R. Terry dalam bukunya Principles of Management (Sukarna, 2011: 82) mengatakan bahwaActuating is setting all members of the group to want to achieve and to strike to achieve the objective willingly and keeping with the managerial planning and organizing efforts.

 

“….Penggerakan adalah membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha dengan keras untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian dari pihak pimpinan.

Definisi diatas terlihat bahwa tercapai atau tidaknya tujuan tergantung kepada bergerak atau tidaknya seluruh anggota kelompok manajemen, mulai dari tingkat atas, menengah sampai kebawah. Segala kegiatan harus terarah kepada sasarannya, mengingat kegiatan yang tidak terarah kepada sasarannya hanyalah merupakan pemborosan terhadap tenaga kerja, uang, waktu dan materi atau dengan kata lain merupakan pemborosan terhadap tools of management. Hal ini sudah barang tentu merupakan mis-management.

 

4)   Controlling (Pengawasan)

Control mempunyai perananan atau kedudukan yang penting sekali dalam manajemen, mengingat mempunyai fungsi untuk menguji apakah pelaksanaan kerja teratur tertib, terarah atau tidak. Walaupun planning, organizing, actuating baik, tetapi apabila pelaksanaan kerja tidak teratur, tertib dan terarah, maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Dengan demikian control mempunyai fungsi untuk mengawasi segala kegaiatan agara tertuju kepada sasarannya, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Menurut George R. Terry (Sukarna, 2011: 110) mengemukakan bahwa Controlling, yaitu:

Controlling can be defined as the process of determining what is to accomplished, that is the standard, what is being accomplished. That is the performance, evaluating the performance, and if the necessary applying corrective measure so that performance takes place according to plans, that is conformity with the standard.

 

“…Pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standard, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan, dan bilaman perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras dengan standard (ukuran).

 

 

10.Sebagai pemimpin dan atasan langsung dari karyawan, manajer bertanggung jawab terhadap kinerja sebuah tim. Dalam setiap perusahaan, tugas manajer yang paling pokok adalah memimpin, mengarahkan, dan mengawasi staf untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasi.

Seorang manajer yang hebat akan membentuk tim yang bekerja untuk membantu perusahaan mewujudkan visi bisnis. Ia akan melakukan hal tersebut dengan cara merekrut orang-orang yang tepat, memotivasi mereka, dan meningkatkan produktivitas tim dalam jangka panjang. Sebaliknya, manajer dengan kualifikasi rata-rata akan sekadar menjalankan tugas untuk memenuhi target.

 

5 fungsi yang membentuk tugas manajer di perusahaan

1)   Perencanaan. Seorang manajer bersama jajaran di organisasi merencanakan bagaimana setiap divisi akan bekerja untuk mengembangkan perusahaan dan mencapai tujuan. Perencanaan dapat menyangkut banyak hal, dari soal rencana bisnis, kebutuhan tenaga kerja, target pertumbuhan, hingga penyusunan anggaran.

2)   Pengaturan. Tugas manajer selanjutnya adalah mengatur dan mengelola tim agar sejalan dengan tujuan organisasi. Tanggung jawab ini meliputi perencanaan pekerjaan, pembagian dan pendistribusian tugas ke setiap staf, penetapan target, penyusunan prosedur operasional dan standar kinerja, serta penerapan proses kerja yang efisien.

3)   Pengawasan. Manajer punya wewenang untuk mengawasi dan mengendalikan tim untuk memastikan agar proses berjalan sesuai rencana. Manajer juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kendala dan hambatan tim serta membantu mereka mengatasinya. 

4)   Evaluasi. Tugas manajer ini terkait dengan evaluasi dan penilaian terhadap proses dan hasil, apakah meleset atau melampaui target. Manajer bertanggung jawab mencari tahu di mana bottleneck dari keseluruhan proses dan apa yang harus diperbaiki. Mereka juga mengevaluasi bagaimana kinerja setiap karyawan dan memberikan penilaian individual.

5)   Kepemimpinan. Ini merupakan tugas manajer yang tak kalah penting. Manajer adalah pemimpin di setiap divisi, sehingga mereka harus mampu memotivasi seluruh anggota tim untuk bekerja mencapai tujuan bersama.

 

TUGAS MANDIRI 06 PENGANTAR MANAJEMEN KAMPUS MILENIAL ITBI

  Nama           : Junita Simanjuntak Kelas             : Pagi Prodi             : D3 Akuntansi       1.    Konsep -konsep mot...