Nama : Junita Simanjuntak
Kelas : Pagi
Prodi : Akuntansi
1. Perbedaan budaya
Perbedaan personal
a) Tahap perkembangan moral
Preconentional: perhatian thd diri sendiri
Conventional : perhatian thd hk dan aturan masy
Principled: ketaatan pribadi thd moral internal
b) Nilai-nilai individual
c) Relativisme
2. Advertising. Promotion
Financial disclosure
Ordering and purchasing
Pengiriman dan permohonan
Perundingan dan negosiasi
3. Contoh nya saat seorang teman mengajak kita keluar ,kita berhak menyatakan ya atau tidak.
Contoh lain seperti ibu menyuruh kita untuk memilih lauk untuk hari ini.
4. Contoh pengambilan keputusan terprogram dan tidak terprogram yaitu keputusan terprogram contohnya keputusan yang direncanakan misalnya jika keputusan terhadap menetapan harga produk. Dan cotoh keputusan tidak terprogram misalnya keputusan menyangkut masalah baru yang belum pernah dialami oleh perusahaan sebelumnya.
5. Masalah yang terstruktur dan keputusan terprogram secara pribadi yakni sebagai berikut :
Masalah Terstruktur atau terprogram
adalah masalah yang rutin yang sering terjadi berulang-ulang. Biasanya sudah ada prosedur standar untuk menyelasaikan masalah terstruktur.
Contoh nya:Operasi rutin razia masker yang lagi genjar dilakukan selama masa pandemi covid 19 yang membuat para pengendara roda empat ataupun roda 2 dan seluruh masyarakat indonesia memakai masker untuk mengurangi korban dari dampak covid 19.jika terdapat pengendara tidak memakai masker akan di beri sanksi seperti menyapu jalan,push up dll.
Keputusan Terprogram
Keputusan yang terprogram dianggap suatu Keputusan yang dijaIankan secara rutin saja, tanpa ada persoalan-persoalan yang bersifat krusial. Karena setiap pengambilan keputusan yang dilakukan hanya berusaha membuat pekerjaan yang terkerjakan berlangsung secara baik dan stabil.
Contoh Keputusan yang terprogram adalah pekerjaan yang dilaksanakan dengan rancangan SOP (Standard Operating Procedure) yang sudah dibuat sedemikian rupa. Sehingga dalam pekerjaan di Iapangan para bawahan sudah dapat mengerjakannya secara baik apalagi jika disertai dengan buku panduan operasionalnya, adapun yang menjadi persoalan jika para bawahan belum mengerti secara benar, misalnya ada beberapa bagian yang tidak terjelaskan pada buku panduan. Dan biasanya apa yang tidak terjelaskan pada buku panduan tersebut maka di waktu yang akan datang akan dilakukan revisi atau semacam penyempurnaan konsep.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar